Test Footer 2

Friday, April 12, 2013

batik

BATIK KAYU KHAS JAMBI


    Ternyata masyarakat jambi sangat lah pintar dalam mengekplor sebuah karya seni,tidak hanya dalam satu media saja cara memperkenalkanya tetapi tidak menutup kemungkinan dengan cara yang mungkin tidak terpikirkan oleh khalayak umum.


    Salah satunya batik jambi,Banyak cara memperkenalkan batik khas Jambi. Tidak hanya menggunakan kain ataupun sutera, namun juga dapat memakai kayu sebagai media guna mempopulerkan motif, corak batik Jambi yang dijadikan berbagai souvenir, buah tangan, perhiasan maupun sejumlah peralatan rumah tangga. Batik kayu ini dapat berupa kotak tisu tempat sirih, tempat buah, asbak, piringan ataupun mangkok. Batik kayu bercorak sama dengan kain batik Jambi ini juga multi guna, aman dipergunakan sebagai alat untuk makan.

Di tangan para pengrajin, Novendra dan Hendri di bengkel kerjanya di kawasan Tambak Sari, Kota Jambi, ternyata batik Jambi juga dapat dipopulerkan menggunakan bahan lain selain kain maupun sutera. Yaitu memakai kayu sebagai media membatik hingga dapat dijadikan berbagai souvenir, perhiasan gelang, sejumlah peralatan rumah tangga yang juga dapat menjadi perhiasan rumah. 

Tak ubahnya kain batik, berbagai jenis hasil karya kedua bujangan ini juga memiliki kesamaan bentuk, corak maupun motif. Termasuk warna, dipakai warna berciri khas batik Jambi. Tiap model batik kayu diberi sentuhan motif, hewan, Angsoduo, tumbuhan, biji mintimun, tampuk manggis, ataupun kapal sanggat yang merupakan motif asli Jambi.





Termasuk goresan warna, biasanya warna merah, orange atau hitam sangat persis dengan warna kain batik. Bahkan terlihat seolah berbagai ragam perhiasan maupun pelengkapan rumah tangga tersebut dibalut kain batik bukan diwarnai langsung. 

Awalnya, Junaidi warga Mayang Mangurai tak menyangka bila berbagai perhiasan maupun perlengkapan  rumah tangga itu dibatik. Namun setelah melihat langsung kayu ditulis dibatik dan diwarnai langsung oleh pengrajinnya, membuat Junaidi pun berdecak kagum. Karena selama ini Junaidi hanya tahu dengan batik kain atau sutera.
Meski menggunakan media kayu, bukan berarti pengeraji mendapatkan kayu dengan membabat hutan. Melainkan hanya menggunakan kayu tanaman buah-buahan di sekitar tempat tinggal. Seperti kayu mangga, nangka, kelapa ataupun sengon. Selain memiliki nilai seni tinggi, harga perunitnya pun tergolong murah. Rata-rata berkisar antara  Rp 15 ribu sampai Rp 150.000. Tergantung besar kecil dan rumitnya motif batik. Saat ini kerajinan tradisional ini lebih diminati pembeli dari Jakarta ataupun Pulau Jawa. (ndt/*)

0 comments:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com