Recent Posts

Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Wednesday, May 1, 2013

SEJARAH CANDI MUARO JAMBI



CANDI MUARA JAMBI





Berdasarkan penelitian, diperkirakan Candi Muaro Jambi tersebut berasal dari abad ke 11 Masehi. Candi Muaro Jambi sendiri adalah kompleks candi terbesar dan juga merupakan kompleks candi yang paling terawat di pulau Sumatera.  Dan sejak tahun 2009 yang lalu, Candi Muaro Jambi ini telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu situs warisan dunia.

Berdasarkan catatan sejarah, penemuan kompleks Candi Muaro Jambi ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorang Letnan Inggris yang bernama S.C. Crooke yang pada saat itu sedang melakukan pemetaan daerah aliran sungai guna kepentingan militer. Akan tetapi pemugaran serius terhadap kompleks Candi Muaro Jambi ini baru dilakukan dengan serius oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1975 di bawah pimpinan R. Soekmono.

Pada situs tersebut juga ditemukan beberapa lempeng kuno yang berisi aksara Jawa kuno. Dan berdasarkan pernyataan dari pakar epigraf, Boechari, dari lempengan tersebut dapat disimpulkan bahwa peninggalan tersebut berkisar antara abad ke 9 hingga aban ke 12 Masehi.  Dari keseluruhan kompleks Candi Muaro Jambi – Sumatera ini, baru sembilan candi yang telah dipugar. Yaitu Candi Kotomahligai, Candi Kedaton, Candi Gedong Satu, Candi Gedong Dua , Candi Kembar Batu, Candi Tinggi, Candi Telago Rajo, Candi Gumpung dan Candi Astano.

Dan dari berbagai penemuan yang ditemukan di situs Candi Muaro Jambi tersebut, para ahli menyimulkan bahwa daerah tersebut dulu pernah dihuni dan menjadi tempat singgah banyak kebudayaan. Karena di sana juga ditemukan benda – benda seperti manik – manik yang berasal dari Persia, China dan India. Dan dari beberapa peninggalan, para ahli juga menarik kesimpulan bahwa Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga sebagai mayoritas agama dengan ditemukannya beberapa lempeng dengan tulisan ‘wajra’ pada beberapa candi yang berupa Mandala.

0 comments:

Post a Comment