Test Footer 2

Friday, April 26, 2013

Elegi Becak Tua


Panas, terik
Becak keriput kejar rezeki
tersengat, mentari melaknat
disibak angin laju becak tua.

Brak!

Tersadar, ia ringis
bangkit bertepi becak reyot
tersadar lagi
kental merah dilutut pun pelipis kiri.

Masih bernafas di tengah jalan
becak peot terjerembap
kerumunan orang segera bubar
jalan macet, sepi kembali

Pandangan dilempar sang renta
pada becak sengsara
pengemudi truk ngacir kabur tanpa iba.

Udara dihirup, di negeri kaya
tapi hidup begitu papa
 
Dedi Saeful Anwar - Cianjur -
 

Related Posts:

  • Puisi Satu Harapan Mereka Satu malam satu lembar saja. Diam dan mulailah menuliskannya. Bukankah janjimu ingin jadi SARJANA ? Janganlah membuat mereka menetaskan air mata. B… Read More
  • SELAMAT MALAM SAYANG Aku terkapar dalam hamparan tempat tidurkumelamunkan semua tentang cinta di malam inicinta yang selalu datang dalam setiap nafasya itu cinta dirimu p… Read More
  • KESEMPURNAANMU Kau begitu sempurna di mataku hatiku mulai tenang bila kau ada di sampingku hatiku mulai rapuh bila kau tak ada di sampingku apa yang harus aku lakuk… Read More
  • Pulanglah Ibu Tubuhmu kaku, matamu kaku, mulutmu membisu napasmu terhenti sudah Aku tahu ibu telah pergi ke alam sana yang tak pernah ada dalam bayanganku, juga … Read More
  • Ada Engkau Ibu Ada Engkau Ibu... dalam gigil yang mengikis ada Engkau mendekap hangat hati dalam tangis meringis Engkau datang menghapus perih Kala sepi merajai … Read More

0 comments:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com