Test Footer 2

Showing posts with label pantun. Show all posts
Showing posts with label pantun. Show all posts

Friday, May 31, 2013

pantun cinta 3

Di celah batu bunga terselit
Lembut debu bunga seroja
Kasih tuan kasih di kulit
Tanam tebu di bibir saja

Rumah di kota amatlah bersih
Tempat bermain si orang kaya
Berpantang mata berasa kasih
Jumpa yang lain lupakan saya

Pokok selasih pokok bayam
Dalam kepuk buah berangan
Seorang kasih seorang sayang
Tidak bertepuk sebelah tangan

Rumput kuberantas habis rata
Burung serindik mematuk betik
Beribu melintas di depan mata
Hanyalah adik yang paling cantik

pantun cinta 2

Walau banyak bunga di taman
Bunga mawar masih dikenang
Walau banyak kupunya teman
Dalam hatiku dinda seorang

Pohon selasih tumbuh melata
Tumbuh perdu jauh di sana
Sepasang kasih mabuk bercinta
Siang merindu malam merana

Tinggi-tinggi burung merbuk
Terbang melayang ke tanah rata
Hati teringat mulut menyebut
Wajah terbayang di depan mata

Hujan basah habis pun basah
Duduk sendiri tidak mengapa
Sudah lama kita berpisah
Baru kini kita berjumpa

pantun cinta

Beribu-ribu pohon beringin
hanya satu si pohon randu
saat malam terasa dingin
hanya wajahmu yang aku rindu

buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta

buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta

Dinda cantik tinggi semampai
Dada bidang rambut mengurai
Putih melepak lembut gemulai
Kakanda melihat rasa terkulai

Sunday, May 19, 2013

pantun romantis


Berangkat bareng si Olga
Dekat masinis yg minum Jamu
Terdapat seribu Curiga
Di balik manis Senyum kamu

memanglah tidak enak makan nasi,
bila nasi tanpa ada lauknya,
kuberikan cinta buatmu setulus hati,
dengan bukti untukmu kuslalu setia…

didalam kardus ada rambutan,
disamping kardus ada nanas,
cinta tulus sudah didasari iman,
gak akan terperosok ke pergaulan bebas... 

langit turunkan hujan,
terkadang gerimis terkadang deras,
sakit hatiku sudah kau pulihkan,
dengan senyum manismu yang ikhlas… 

buah rambutan kulitnya berbulu,
kalau merah tandanya matang,
kalau emang cinta buktikan kepenghulu,
janganlah cuma dibibir doang…

anak-anak membawa tas,
membawa tas pergi sekolah,
sayang,,,selamat beraktifitas,
dan semoga dapat rezeki berkah...

jalan-jalan keliling dunia
hanya untuk beli akuarium
yg sangat membuatku bahagia,
waktu melihatmu tersenyum :* 

makan sepiring berdua,
ibarat cinta yang setia,
pusingku sembuh tiba-tiba,
karena kau obati dengan salam sapa…

mentari gak sempat keluar,
karena sedang gerimis,
karena watakmu sangat sabar,
membuat cintaku untukmu gak bisa habis...

karena kamu selalu jujur,
membuat hatiku semakin sayang,
sayang,,,setelah sholat dhuhur,
kuucapkan mat makan siang…

mentari sedang sembunyi,
karena akan turun hujan,
kuucapkan selamat pagi,
buat engakau yang kudambakan...

dari stasiun senin ke surabaya,
naik kereta kelas ekonomi,
biarpun ada yang lebih kaya harta,
aku tetap ikhlas memilihmu yang kaya hati…

sungguh aku terpesona,
terpesona senyummu yang buat hatiku tentram,
sayangku,,,selamat sholat isha,
dan tak lupa kuucap sapa mat malam…

Jalan jalan beli jamu
tidak lupa membeli kayu
jauh jauh kerumah mu
hanya untuk bilang i love you.

makan nasi sama sambal,
sambal teri lalap kemangi,
cinta dihati ini pasti kekal,
kekal untukmu yang berhak memiliki…

pantun nasehat


Pantai Mersing kuala Johor
Pantainya bersih sangat mashyur
Pohonkan doa kita bersyukur
Negara kita aman dan makmur

Orang tua patut disegani
Boleh mendapat ajarnasihat
Ular yang bisa tidak begini
Bisa lagi lidah yang jahat

Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat

Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sucinya?
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Buah cempedak diluar pagar
Ambil galah tolong jolokkan
Saya budak baru belajar
Kalau salah tolong tunjukkan

Pisang emas dibawa belayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati


Pak petani menanam padi
Menanam padi di tengah sawah
Kalau ingin berterima kasih
Berterimah kasih lah kepada allah
Buah papaya di belah dua
Di  makan satu tinggal satu
Jangan lupakan orang tua
Agar hidup mendapat restu
Buah kelapa di belah tiga
Di makan satu tinggal dua
Jangan lupakan orang tua
Agar kita masuk surga
 
Buah papaya buah delima
Hidup di hutan bewarna ungu
Kalau ingin naik kelas lima
Rajinlah belajar setiap waktu
Buh papaya di belah dua
Di makan satu tinggal Satu
Jangan pernah berbuat dosa
masuk neraka siapa yang membantu
Jika ada jarum yang patah
Jangan di simpan didalam peti
Jika ada kata yang salah
Jangan di simpan dalam hati
Duduk di teras menghadap ke luar

Kalau ada jarum yang patah

Jangan di simpan di dalam hati

Kalau ada kata yang salah
Jangan di simpan di dalam hati
Tak kalah nyawah hampir melayang
Napas pun singkat  dada bergoyang
Mendalam seperti mabuk kepayang
Siapa yang memandang berkata sayang
Karya: Herli septariadi
Buah apel di belah tiga
Dimakan satu tinggal dua
Kalau ingin masuk surge
Jangan lupa jasa orang tua
Jika hendak ke Surabaya
Jangan lupa membeli buku
Jika mau di sayang orang tua
Rajinlah shalat lima waktu

Kalau hendak kepulau jawa
Jangan lupa naik perahu
Jika mau jadi anak soleha
Jangan lupa shalat lima waktu
Buah durian di belah dua
Dimakan satu tinggal Satu
Jangan lupakan jasa orang tua
Agar hidup mendapat restu
Kalau suka main gitar
Mainlah di atas pagar
Kalau mau jadi anak yang pintar
Jangan suka malas belajar
Melihat tokoh jualan baju
Jika mau jadi orang yang pintar
Rajinlah belajar menuntut ilmu
Buah pepeya di belah dua
Dimakan satu tinggal Satu
Jangan pernah berbuat dosa
Akar kita dapat menyatu

Baik-baik mengirai padi
Takut mercik ke muka orang
Biar pandai menjaga diri
Takut nanti diejek orang

Pantun Nasehat Belajar

Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian

Mari kita tanam halia
Ambil sedikit buat juadah
Usia muda jangan disia
Nanti tua sesal tak sudah

Padi muda jangan dilurut
Kalau dilurut pecah batang
Hati muda jangan diturut
Kalau diturut salah datang

Cuaca gelap semakin redup
Masakan boleh kembali terang
Budi bahasa amalan hidup
Barulah kekal dihormati orang

Orang Daik memacu kuda
Kuda dipacu deras sekali
Buat baik berpada-pada
Buat jahat jangan sekali

Dayung perahu tuju haluan
Membawa rokok bersama rempah
Kalau ilmu tidak diamalkan
Ibarat pokok tidak berbuah

Kalau kita menebang jati
Biar serpih tumbangnya jangan
Kalau kita mencari ganti
Biar lebih kurang jangan

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Naik layar sama si Egi
Ada halilintar di langit biru
Belajar itu tidak bikin rugi
Orang pintar jarang ditipu

Sambal pedas di Sawojajar
Beli ketupat nangkring di batu
Ingin cerdas ayo belajar
Biar dapat rangking satu

Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Parang ditelak berbatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

Kemuning ditengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

Jalan-jalan ke kota Blitar
Jangan lupa membeli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengan tekun

makanan tersaji dipasang lampu
lampu menyinari di atas meja
naiklah haji bagi yang mampu
memenuhi panggilan dari-NYA

pantun jambi


puisi

Macam mano awak nak mandi
Banyak lah bilah dari pado buluh
Macam mano awak nak jadi
Banyak yang negah daripado nyuruh



Kami ba umo di lereng bukit,
Rebahlah padi digiling batang;
Kami umpamo si burung pipit,
Kemano terbang di halau urang.




Lubuk pungguk tepian napal
Tempat budak mencuci baju
Awak biduk nak serempak kapal
Idaklah mungkin nyo samo laju
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com