Home »
puisi
» Waduk Gajah Mungkur ( SAJAK TIWUL WONOGIRI )
Abjad Tak Beraturan - Wonogiri -
semenjak ada
terbendung membungkam kering kerongtang
Empat daerah merelakan jadi tumbal
untuk tanah yang retak
buat pepohon yang mengering
dan sumur-sumur yang melesap tanpa air
sajak tiwol lerai
gersang muksa, mengihijau bukit-bukit
lalu tempayan-tempaya isi sebening mata air
cucuran keringat
dari peladang ubi berganti jagung
dari Petani huma menjadi lahan tiga kali
kini, tak sia tenggelammu emapat kota
kini, mereka tersenyum bangga
kian semarak
sesaat tangisan lapar menghilang
baju-baju memutih bersih
dan segudang tanda "sukses" telah melekat di papan nama
Related Posts:
ketika kain kafan menjemput
kadang kita tak pernah menyadari
betapa dekatnya kematian dengan diri kita
dengan tanpa sadarnya kita berbuat dosa
yang mungkin tak pernah kit… Read More
Puisi Seorang Anak untuk Ibu
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan
Untuk berjuang dalam pertempuran.
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi
Doakanlah agar aku berhasil.
… Read More
IBU
aku begitu mencintaimu aku begitu merindukan mu
kau begitu indah dan sempurna dimataku
pengorbananmu begitu tulus hingga aku sulit untuk membalasn… Read More
kejujuran
Di saat diri ini termenung
Di sebuah ke adaan yang tak mendukung
Ada secercah harapan
Yang datang menghampiriku
&nbs… Read More
salam rinduSALAM…. RINDU
Malam ini ku merenungKANSebuah kenyataan atau Cuma sebuah ilusiKaU Nampak pudar dari pandangankuMenjauh…… menjauh…… dan akhirnya pergiD… Read More
0 comments:
Post a Comment