Test Footer 2

Showing posts with label lukis. Show all posts
Showing posts with label lukis. Show all posts

Monday, June 3, 2013

karikatur

    Karikatur adalah gambar olok-olok yang mengandung pesan, sindiran, dan sebagainya yang dibuat dengan cara melebih-lebihkan gambaran seseorang atau sesuatu dengan tetap mempertahankan kemiripan visual dengan orang atau benda aslinya.
      Isi karikatur bisa berupa sindiran atau pujian dan dapat pula dimaksudkan untuk tujuan politis atau dibuat semata-mata untuk hiburan. Karikatur politik biasa ditemukan di kartun editorial, sementara karikatur selebriti sering ditemukan di majalah hiburan.
    Karikatur adalah sebuah penggambaran potret yang dilebih-lebihkan dengan membuat suatu bentuk visualisasi wajah yang mudah dikenali. secara definisi, karikatur dapat diartikan sebagai gambaran yang dilebih-lebihkan dari suatu karakteristik dari sebuah wajah dan penyederhanaan dibagian wajah yang lain.

      karikatur dapat berfungsi sebagai penyampai pesan tertentu yang dikemas dalam bingkai yang menarik sehingga mampu mengundang perhatian target pembaca. coba aja buka halaman sebuah koran, dan di koran tersebut memuat sebuah gambar karikatur, tentu pandangan kita pertama kali akan tertuju ke gambar karikatur tersebut, selanjutnya..kita akan coba mencerna pesan apa yang disampaikan oleh gambar tersebut. terlepas dari pesannya sampai atau tidak, kebanyakan karikatur berhasil menarik perhatian sebagian besar target pembaca, hal tersebut sangatlah penting dalam langkah awal sebagai media penyampai pesan. selain itu, karikatur juga ditujukan sebagai bentuk hiburan yang unik, terlepas dari apakah akan ditujukan untuk keperluan bisnis ataupun tidak.

     kata karikatur berasal dari bahasa Italia yaitu "Caricare" yang artinya "memuat". Dan intinya adalah bahwa tujuan utama dari karikatur adalah untuk memuat sebanyak mungkin makna untuk ditampilkan secara efektif didalam sebuah potret wajah.

Friday, May 31, 2013

Seni Lukisan Jalanan 3 Dimensi Julian Beever yang Mengagumkan

Julian Beever adalah seorang seniman kelahiran Inggris yang terkenal menggunakan kapur tulis dalam berkarya. Ia menggunakan teknik proyeksi yang dikenal dengan anamorphosis untuk menciptakan ilusi 3 dimensi apabila dilihat dari sudut tertentu. Sejak tahun 1990 Beaver telah menggambar di jalanan (street art).  



Selain menggambar pada trotoar jalan, seringkali Beever berkarya dengan melukis pada dinding (mural). Pada tahun 2010, ia meluncurkan sebuah buku Pavement Chalk Artist, sebuah buku yang berisi foto karya-karyanya dari seluruh dunia. Saat ini Beaver bekerja sebagai seniman lepas dan seringkali perusahaan-perusahaan dan institusi besar memintanya untuk membuat lukisan untuk promosi.

Wednesday, May 1, 2013

menguak masa lalu lewat canvas

Slamet Soneo Santoso segera memamerkan lukisan hasil karyanya di Bentara Budaya Yogyakarta pada 30 April - 8 Mei 2013 Soneo terinspirasi foto-foto lama yang telah rusak karena kelembaban air yang tinggi. Lukisan tersebut terlihat seperti Anda memandang sebuah foto usang hanya saja media kertas foto berganti menjadi kanvas.

Efek foto rusak nenurut Soneo justru menjadi bagian penting.  Ia ingin mengetengahkan perasaan “luka” karena foto yang dijaga selama ini, disenangi sepanjang waktu, rusak karena alam. Disisi lain ia justru “menghidupkan” kembali kemampuan estetiknya dan menjadikan foto tersebut memiliki cerita dan kisah baru.

Adapun kisah baru yang diketengahkan ketika foto telah menjadi lukisan adalah menyangkut beberapa hal. Pertama, lukisan dengan efek kerusakan ini untuk mencatat hal-hal yang berkait dengan situasi sosial yang pincang. Kedua, lukisan dengan efek transparan yang memudar dijadikan untuk menggali keindahan alam yang bersifat simbolis. 

Ketiga, lukisan dengan warna-warna sephia coklat menjadi wahana untuk menggali perasaan pribadi yang terkait dengan masa lalu. Kini, dari ketiga catatan tersebut, Soneo hendak menggelola perasaan penikmat untuk beradu pengalaman (yang dimodali dengan kenangan, romantika, dan drama kehidupan) setiap penonton. Sejauh mana modal tersebut mampu memberi nuansa pada kehidupan Anda saat ini. Mari menelusuri peradaban yang Anda lalui, lewat lukisan dari waktu ke waktu.

Tuesday, April 30, 2013

Jenis Lukisan – Aliran dalam Seni Lukis



Seni lukis mengenal beberapa aliran yang masing-masing memiliki ciri khas dan sejarah perkembangan sendiri. Beberapa jenis lukisan di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Jenis Lukisan – Aliran Romantisme

           Jenis lukisan dengan aliran romantisme menekankan penggambaran kembali pengalaman atau kenangan romantis atas keindahan sebuah objek yang dialami oleh pelukisnya. Lukisan jenis ini banyak mengambil objek keindahan alam. Aliran ini berkembang pesat di Eropa dan dianggap sebagai aliran tertua.

         Jenis lukisan ini akan cenderung “bernada” melankolis. Apa yang dituangkan dalam kanvas umumnya menggambarkan perasaan atau hubungan antara manusia. Gambar yang disuguhkan seolah nyata. Di Indonesia, pelukis yang hobi membuat jenis lukisan seperti ini adalah Raden Saleh.

2. Jenis Lukisan – Aliran Realisme

         Jenis lukisan dengan aliran realisme lahir di Prancis sebagai reaksi budaya terhadap paham Romantisme. Realisme menekankan pada realitas sehari-hari, melukis dan meniru keadaan alam secara akurat dan jujur, tidak ditutup-tutupi. Realisme menampilkan subjek secara apa adanya, tanpa embel-embel, bahkan tanpa interpretasi.

Aliran realisme berkembang pesat di Prancis, Inggris, dan Amerika, pada awal abad ke-19. Jenis lukisan ini memanggungkan nama-nama tersohor Gustave Courbet, Jean François Millet, Karl Briullov, dan lain-lain.

3. Jenis Lukisan – Aliran Surrealisme

         Jika aliran romantisme menekankan pada kenangan romantis yang riil, sementara realisme menekankan pada penggambaran yang riil, akurat, dan jujur, aliran surrealisme justru sebaliknya. Aliran ini berusaha menampilkan pengalaman-pengalaman yang bersifat batiniah seperti mimpi, ilusi, khayali, dan sebagainya.

         Ciri khas aliran surrealisme adalah objek lukisan yang berupa bentuk-bentuk nonreal, misalnya makhluk-makhluk yang ditemui di alam mimpi. Gambar-gambar yang tidak mungkin terlihat dalam dunia nyata dituangkan dalam kanvas ketika seseorang mencoba untuk membuat jenis lukisan surrealisme. Salah satu tokoh aliran surrealisme yang terkenal adalah Salvador Dali.

4. Jenis Lukisan – Aliran Kubisme

        Pada awal abad ke-20, Pablo Picasso dan Braque mengembangkan seni lukis yang berbasis kesederhanaan bentuk untuk menghasilkan sensasi tertentu. Jenis lukisan beraliran kubisme pun diciptakan oleh para pelukis itu. Mereka melakukan abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri. Garis objek dibentuk dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak.

        Istilah kubisme merujuk pada jenis lukisan Braque di Salon des Independants yang mengeksplorasi kubus-kubus kecil hingga membentuk citraan objek yang unik sehingga dijuluki bizzarries cubiques (kubus ajaib).

         Jenis lukisan dengan aliran kubisme memiliki ciri ketiadaan pola perspektif dan meninggalkan sudut pandang. Terkadang, dalam sebuah lukisan kubisme terdapat potongan kata dan kalimat. Dilihat dari segi seni, jenis lukisan ini terlihat unik dan menarik. Pelukis aliran ini antara lain Paul Cezane, Pablo Picasso, George Braque, Metzinger, dan lain-lain.

5. Jenis Lukisan – Aliran Ekspresionisme

       Ekspresi emosional seorang pelukis yang tergambar dalam bentuk distorsi terhadap realitas menghasilkan aliran baru bernama ekspresionisme. Dalam aliran jenis lukisan ini, ada kecenderungan distorsi bentuk dan warna objek untuk menampilkan emosional atau sensasi atas suatu tragedi. Aliran ini dikenal dengan pelukis-pelukisnya, seperti Matthias Grünewald, El Greco, dan Affandi.

6. Jenis Lukisan – Aliran Naturalisme

        Jenis lukisan aliran naturalisme menekankan pada detail objek. Seorang perupa naturalisme dituntut memiliki keterampilan tangan untuk melukiskan objek secara alami, persis seperti foto berwarna. Kemiripan itu mencakup susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan, serta gelap-terangnya sebuah objek.

        Naturalisme dianggap sebagai kelanjutan dari aliran realisme. Aliran ini memanggungkan nama William Bliss Baker, Soeboer Doellah, Fresco Mural, Basuki Abdullah, dan lain-lain. Pada setiap yang termasuk dalam jenis lukisan ini, Anda akan menemukan kesan yang sama persis dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Jenis lukisan ini berbeda terbalik dengan jenis lukisan surrealisme.

Pengertian cAT akrilik


Cat akrilik berbasis air tersusun dari partikel-partikel yang menyebar dalam elmusi polimer akrilik.
KOMPONEN CAT AKRILIK
Pigmen,
Materi kering berbentuk bubuk yang tidak larut dan tetap tersuspensi ketika di campur dengan elmusi polimer akrilik. Jenis pigmen bisa organik, non organik, alami, dan sintetis. Pigmen hanya memiliki sedikit atau sama sekali tidak memiliki afinitas (kesamaan struktur maupun karakter) dengan permukaan tempat pigmen itu diaplikasikan.
Sarana
Gabungan antara air dan polimer akrilik yang menciptakan emulsi polimer. Setelah air meninggalkan sistem melalui penguapan atau penyerapan, cat akan mengering dan menciptakan lapisan stabil yang mengikat partikel-partikel pigmen.
Pengikat
Polimer akrilik tanpa air. Pengikat memberikan karakteristik penanganan dan ketahanan cat.

Wednesday, April 24, 2013

peringatan 1 abad pelukis sudjojonp

TEMPO.CO, Jakarta - S. Soedjojono Center akan merayakan seabad maestro seni rupa Indonesia S. Sudjojno pada Desember nanti. Perayaan ulang tahun ini akan digelar meriah dengan berbagai agenda dan puncaknya dengan pameran lukisan pelukis ini.

Pelukis Sudjojono lahir Mei 1913 di Kisaran, Sumatera Utara. Dia meninggal pada usia 85 tahun.  Tahun ini merupakan tahun ke-100 peringatan ulang tahun pelukis ini. Perayaan 100 tahun Soedjojono dimulai dengan diskusi tentang lukisan besar S. Soedjojono yang dipasang di Museum Sejarah yang bertajuk Mahakarya S. Sudjojono “Pertempuran antara Sultan Agung dan JP Coen” Abadikan atau Lupakan.

“Kami ingin fokus mulai dari karya puncak bapak, lukisan Sultan Agung yang cukup besar ini,” ujar Maya Sudjojono, anak S. Sudjojono sekaligus wakil S. Sudjojono Center, dalam konferensi pers di Museum Sejarah, Selasa, 9 April 2013.

Lukisan ini memang cukup besar ukurannya, yaitu 3 x 10 meter dipajang di ruang Sultan Agung. Lukisan ini dibuat pada 1973-1974 sebagai bagian peresmian dibukanya Museum Sejarah Jakarta pada 1974. Lukisan tersebut merupakan pesanan Gubernur Jakarta, Ali Sadikin.

Setelah diskusi tentang lukisan tersebut, serangkaian acara juga sudah diagendakan di berbagai tempat. Pada Mei-September nanti akan diadakan pameran lukisan S. Sudjojono di Museum Topeng Ubud-Bali, pertunjukan seni di Museum Nasional, program seni untuk anak dan remaja, pameran lukisan dan konferensi di di Nanyang Technological University, Singapura, dan puncaknya pameran lukisan maestro ini di Museum Nasional Desember nanti.

Pameran lukisan ini dimaksudkan untuk mengenalkan pelukis S. Sudjojono kepada khalayak yang lebih luas, ”Untuk memberi gambaran Sudjojono sebagai tokoh penting seni Indonesia,” ujar Santy Saptari, kurator Seabad S. Sudjojono.

lukisan langka ratu elizabeth




TEMPO.CO, Washington D.C. - Perpustakaan Folger Shakespeare di Washington D.C., Amerika Serikat, untuk pertama kalinya memamerkan sebuah lukisan potret langka dari Ratu Elizabeth I. Lukisan sang ratu dengan kerutan di wajah itu tergolong langka karena pernah dilarang beredar pada zamannya.

Lukisan itu diproduksi awal pertengahan 1590 oleh Studio Gheeraerts di Inggris. Sekarang, lukisan itu dimiliki oleh Taman Elizabeth di North Carolina. Di bawah lukisan tertulis pula keterangan periode hidup Ratu Elizabeth I, yakni 1533–1603. Lukisan ini untuk pertama kalinya dipamerkan ke khalayak umum setelah dikonservasi dan dipastikan keasliannya pada 2010-2011 lalu.

Lukisan ini dengan detail memperlihatkan wajah sang Ratu yang mengenakan baju kebesaran megah berwarna putih keabu-abuan. Kepalanya mengenakan semacam mahkota bertakhta berlian dan mutiara. Leher serta bajunya pun berhiaskan untaian mutiara. Tapi yang paling kontroversial adalah gambaran wajah sang ratu yang penuh kerutan. 

Salah satu kurator pameran, Thomas Herron, seorang profesor Bahasa Inggris di East Carolina University, menjelaskan bahwa pada zamannya lukisan ini dilarang karena “ada upaya Elizabeth untuk mengendalikan citra dirinya”. Pendapat senada muncul dari Anna Riehl, penulis The Face of Queenship: Early Modern Representations of Queen Elizabeth. Menurut dia, lukisan ini adalah pengecualian langka karena sama sekali tidak menutupi kekurangan Ratu.

Potret itu dibeli oleh Taman Elizabeth di Manteo, North Carolina, dari sebuah galeri seni di New York seharga US$ 3.000 atau lebih dari Rp 28 juta untuk digantung di gerbang gedung itu. Baru pada 2007 seorang staf tempat itu berupaya menyelidiki asal-usulnya. Lukisan ini akan dipamerkan hingga 19 Mei 2013 mendatang.

Tuesday, April 23, 2013

rahasia lukisan monalisa


       

lukisan monalisa



       Misteri lukisan wajah Monalisa, sebuah magnum opus maestro Leonardo da Vinci sebenarnya terletak pada 'keunikan bayangan' yang terlihat di wajahnya. Bahkan para ilmuwan harus menggunakan sinar X untuk memahami bayangan yang terlihat di wajah Monalisa tersebut. Monalisa sekarang disimpan di Museum Louvre Paris, Perancis. Peneliti dari museum tersebut, Philipe Walter dan sejawatnya menyelidiki tujuh karya Da Vinci yang dianggap sebagai lukisan yang sangat unik dan misterius. Selain Monalisa, lukisan-lukisan yang diteliti antara lain adalah Virgin of the Rocks, Saint John the Baptist, Annunciation, Bacchus, Belle Ferronnière, Saint Anne, the Virgin, dan the Child.

        Keunikan Monalisa bukanlah terletak pada senyumannya yang sangat misterius dan menjadi pusat perdebatan seniman akibat interpretasi yang berbeda-beda. Keunikan utamanya adalah 'adanya lapisan-lapisan pigmen tipis yang digunakan untuk membuat transisi cahaya dari terang ke gelap'.Hal yang paling luar biasa dari lukisan wajah Monalisa adalah tidak adanya sapuan kuas dan sidik jari. Hal inilah sebenarnya yang memantik seniman dan ilmuwan untuk menyelidiki bagaimana lukisan ini dibuat. Ilmuwan meyakini bahwa Monalisa dibuat dengan teknik 'sfumato' yaitu menciptakan gradasi warna di atas kanvas. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana gradasi itu dibuat tanpa sapuan kuas dan sidik jari?

        Teknik sfumato sangat melegenda pada zaman renaisans dan banyak digunakan oleh pelukis-pelukis pada zaman itu. Perbedaannya adalah, Da Vinci mampu membuat sapuan lapisan pada kanvas yang tebalnya hanya beberapa mikrometer saja. Hasil spektrometri sinar X fluoresence (WRF) menunjukkan bahwa Da Vinci mampu mengaplikasikan sapuan lapisan berkisar 30-40 mikrometer saja pada lukisan-lukisannya. Teknik ini akan sangat sulit bahkan mustahil mampu dilakukan oleh para pelukis hebat pada masa kini. Namun peneliti tidak mampu mengungkap bagaimana Da Vinci mampu melakukan sapuan lapisan yang sangat tipis tersebut bahkan seolah-olah tanpa goresan kuas dan sangat rapi tanpa sidik jari, tampaknya Monalisa dan Da Vinci masih tetap misterius dan tanpa petunjuk.

Thursday, April 18, 2013


        Pengertian lukisan yaitu suatu pengucapan pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang dua dimensional dengan menggunakan warna dan garis.


        Lukisan adalah suatu bentuk ungkapan batin seseorang dari hasil suatu pengolahan ide berbakat pengalaman indrawi maupun pengalaman jiwa melalui susunan unsur-unsur estetis dengan ukuran dwi marta (dua dimensi). Ungkapan atau pernyataan batin yang juga disebut ekspresi dalam suatu karya seni, haruslah memiliki nilai kebebasan dan mengandung unsur keindahan. Tampilnya keindahan tidak selalu dalam pewujudan fisik dan visual semata-mata, tetapi dapat pula secara moral (perasaan) atau secara kedua-duanya

Wednesday, April 3, 2013


Seni lukis
adalah salah satu induk dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari drawing. Sejarah Seni Lukis akan kami coba ulas dalam beberapa tulisan, sebagai berikut :
Zaman prasejarah


Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka.

Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis. Ini disebabkan karena lukisan atau gambar sangat mudah dibuat. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.

Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.

Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar). Seiring dengan perkembangan peradaban, nenek moyang manusia semakin mahir membuat bentuk dan menyusunnya dalam gambar, maka secara otomatis karya-karya mereka mulai membentuk semacam komposisi rupa dan narasi (kisah/cerita) dalam karya-karyanya.










Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan obyek-obyek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari obyek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap obyeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam obyek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya. Pencitraan ini menjadi sangat penting karena juga dipengaruhi oleh imajinasi. Dalam perkembangan seni lukis, imajinasi memegang peranan penting hingga kini.
Pada mulanya, perkembangan seni lukis sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu dan memasang perangkap, bercocok-tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama) adalah hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seni lukis. Pengaruh ini terlihat dalam jenis obyek, pencitraan dan narasi di dalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki kegunaan khusus, misalnya sebagai media pencatat (dalam bentuk rupa) untuk diulangkisahkan. Saat-saat senggang pada masa prasejarah salah satunya diisi dengan menggambar dan melukis. Cara komunikasi dengan menggunakan gambar pada akhirnya pertumbuhan pembentukan sistem tulisan karena huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambar yang kemudian disederhanakan dan dibakukan.

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com