Home »
puisi
» Pagi Yang Tersisa Dan Sepenggal Tanya
pagi belum jua sempurna meninggalkan hari, namun sengatnya serupa belati berkelit di antara lapis-lapis kulit.
di pinggir trotoar sepasang mata anak penjaja tahu menyapa langit dengan sebuah ketakmengertian
kakinya melangkah mungil, dan hatinya bertanya labil
: mengapa kakiku masih jua tak bisa memiliki sepatu, meski hanya sepasang yang telah usang?
lalu, ke mana harus kubawa semua mimpi yang tertoreh begitu dalam di dadaku?
apakah untuk sebuah harap pun ku tak boleh mengalirkannya ke samuderamu, negeriku?
kilat-kilat tanya menggelora sendu di matanya.
bibirnya bergetar, kering, perih, dengan bola mata nanar. bahkan perahu-perahu kata pun menguap tanpa sanggup berebut tempat.
akankah ia tetap menggigil kedinginan di bawah sengat matahari yang rela melukai pagi, Tuhan?
tanyaku.
N. Kirana - Bandung -
Related Posts:
keajaiban cinta
kerinduan dalam diriku
tidak dapat aku ungkapkan
dikesepian malam ini
aku hanya dapat mengingatmu
bulan, bintang , bahkan hawa di sekeliligku
seaka… Read More
Arti cinta yang terpendam
Cinta..
Dapatkah hati mentafsir mimpi
Berlari-lari mengejar memori
Mengikat kasih jalinan suci
Membakar jiwa yang penuh arti
Cinta..
Mimpi hanya ma… Read More
Aku Butuh CintaSepi, Sunyi, Hening, Diam…Dunia bagai matiTak ada rasa, hampa…Yang ada hanya kebekuanYang ada hanya kebisuanYang ada hanya kegersanganSaat itu aku bar… Read More
SELEMBAR PUISI UNTUK KEKASIHTerpaku dalam kegundahan hati
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada
Hanya lelah
Lelah yang ku rasa……………
A… Read More
Cinta yang Tak Pastimungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg menyakiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekara… Read More
0 comments:
Post a Comment